kemuliaan dakwah

Dakwah yang Mulia dan Hinanya Para Penentangnya

Posted on

Sebagai seorang Muslim kita diperintahkan untuk taat atas apa yang Allah perintahkan kepada kita dan apa yang dilarang untuk kita. Yang berarti bahwa Wajib bagi kaum Muslim untuk mengambil Islam sebagai agama dan aturan. Bukan hanya itu saja namun wajib pula mengambil Islam sebagai sistem hidup, panduan kehidupan dunia. Sebagaimana juga kita harus meninggalkan agama dan sistem hidup selainnya. Allah Swt berfirman :

Apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah. Padahal kepada Nyalah berserah diri segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. (TQS Ali Imran (3): 83)

Selain itu pula sebagai seorang Muslim kita wajib pula untuk mengikuti apa yang Rasulullah saw perintahkan dan larang. Seorang Muslim tidak hanya mengikuti perintah Allah namun perintah Allah dan Rasul-Nya.

… Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (TQS Al-Hasyr : 7)

Sudah wajib bagi Muslim untuk mengikuti setiap perintah dan larangan dari Allah dan Rasul-Nya. Karena hal itu merupakan sebuah panduan hidup, aturan yang dapat menyelamatkan manusia dari kehinaan. Ketika Allah dan Rasul-Nya menetapkan sebuah perkara untuk manusia sudah barang tentu hal itu adalah yang terbaik.

Walaupun terkadang manusia masih melaggarnya hanya karena alasan yang tidak masuk akal, atau karena ego mereka sendiri. Ego manusia membuat mereka selalu mempertentangkan ayat Allah yang sudah jelas perintah dan larangannya, karena alasan modernitas, kekinian. Sehingga akhirnya justru menjerumuskan manusia pada kebingungan dan semakin jauh dari rahmat Allah swt. Seperti hal nya kita lihat kelompok-kelompok aliran Liberal. Mereka selalu mencari celah untuk menghindar dari perintah dan larangan-Nya. Mereka mengakali ayat dan hadis, memelintir dan menggunakannya sesuai keinginan dan kebutuhan mereka. Sehingga yang mereka inginkan adalah Al-Qur’an dan Sunnah yang sesuai dengan nafsu mereka.

Bahkan bukan hanya itu saja kelompok-kelompok liberal ini menginginkan bahwa Islam harus dipisahkan dari kehidupan (sekular). Padahal jelas bahwa hal ini adalah sebuah penyesatan dan sebuah pernyataan yang bermaksud menjauhakan Islam dari kehidupan. Tak akan mungkin kita memisahkan Islam dari kehidupan karena Islam sendiri adalah aturan kehidupan. Dan keselamatan hanya ada dalam Islam.

Islam adalah sebuah akidah yang memancar darinya aturan-aturan untuk kehidupan manusia. Dan Islam tidak adalah agama yang mengajarkan keadilan dan tidak ada pemaksaan. Sehingga keyakinan sepenuhnya ada pada pemeluknya. Islam tidak memaksa manusia untuk masuk Islam. Namun dalam Islam selalu ada pilihan dan konsekuensi. Jika kita mengikuti perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya maka kita akan selamat. Jika kita mengingkarinya maka kita celaka.

Selain itu kaum Muslim diwajibkan berdakwah, wajib mendakwahkan dan mensyiarkan Islam. Sebagaimana Allah Swt berfirman yang artinya :

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka … (TQS. Asy-Syura (42) : 15)

Sehingga dari ayat tersebut kita diperintahkan untuk menyeru kepada seluruh umat manusia kepada Islam. Diperintahkan kepda kita semua bahwa serulah, berdakwahlah kepada agama yang lurus yang Allah telah syariatkan bagi para nabi dan Dia wasiatkan kepada mereka itulah hendaknya kamu dakwahi hamba-hamba Allah (wahai rasul), dan beristiqamahlah sebagaimana yang Allah perintahkan kepadamu, jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang ragu-ragu dalam kebenaran dan membelot dari agama. Sehingga jelaslah bahwa kewajiban kita adalah berdakwah dan kita tak perlu mendengarkan orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka, menginginkan Islam sesuai perasaan dan keinginnan kebanyakan orang. Sehingga menentang syariat Islam dengan ide-ide kufur.

Menganggap syariat Islam adalah pengekangan manusia. Padahal bagi kita yang beriman syariat merupakan sebuah rahmat dari Allah swt agar manusia berjalan teratur. Mereka tidak melakukan hal-hal yang merusak kehidupan, agar kehidupan berjalan damai. Dengan syariat Islam pula manusia dapat terlindungi hak-haknya.

Karena itulah, aktivitas mendakwahkan Islam mencakup seruan kepada umat Islam untuk menerapkan syariah Islam secara kaffah. Penerapannya melalui sistem Khilafah yang dipimpin oleh Khalifah. Khilafah yang dipimpin oleh Khalifah. Khilafah dan khalifah merupakan bagian yang tak terpisahkan dan merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus didakwahkan kepada umat. Karena itu mendakwahkan Islam tidak dikatakan lengkap tanpa seruan kearah penegakan Khilafah yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah.

Penerapan Syariah Islam secara kaffah tentu akan mendatangkan kebaikan dan keberkahan (Lihat Q.S Al-Hadid (57)). Secara tegasnya, keberkahan hidup di dunia dan akhirat hanya bisa diraih dengan mengamalkan dan menerapkan secara total hukum-hukum Allah Swt atau syariah Islam, bukan hukum-hukum buatan manusia.

Karena itu dakwah Islam termasuk didalamnya mendakwahkan syariah dan Khilafah pasti bakal mendatangkan keberkahan dari Allah Swt. Apalagi dakwah seperti itu pada hakikatnya adalah upaya riil mewujudkan keimanan dan ketakwaan penduduk suatu negeri yang merupakan prasyarat dari datangnya keberkahan dari langit dan bumi yang akan dibukakan oleh Allah Swt (Q.S al-Araf : 96).

Kemudian ancaman juga diberikan kepada mereka yang menjegal jalan dakwah yang didalamnya terdapat aktivitas amar makruf nahi munkar. Kemudian mencela para penyeru manusia agar berpaling dari jalan dakwah. Karena hal itu merupakan sebuah kerusakan. Ketika dakwah dihalang-halangi maka artinya pintu bencana terbuka bagi semua orang, termasuk orang-orang shalih. Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda :

Jika ragam kemaksiatan di tengah umatku telah nyata, Allah pasti akan menimpakan azab-Nya kepada mereka secara merata (HR Ahmad).

Karena itu wajar jika sikap yang diberikan untuk para penghalang dan yang menghalangi manusia dari jalan Allah Swt sebagai sifat dan karakter syaitan (Q.S. Az-Zukruf : 37). Perilaku orang-orang musyrik dan kafir (Q.S al-‘Araf (7) : 45), sikap orang yang angkuh dan sombong (Q.S  Al-Anfal : 47) serta sikap orang yang lebih mencintai dunia daripada akhirat serta dalam kesesatan yang jauh (Q.S Ibrahim (14) : 3). Sikap menghalangi dakwah dan memusuhi para pengembannya juga merupakan sifat orang munafik (QS An-Nisa (4) : 61).

Jika saat ini ada pihak-pihak yang berusaha menghalangi dan menjegal dakwah Islam, Syariah dan Khilafah, maka semestinya mereka belajar dari sejarah. Dulu pihak-pihak yang kemudian yang memiliki kekuatan dan harta-harta yang banyak telah berusaha menghalangi dakwah dan menjegalnya, namun mereka gagal dan dibinasakan oleh Allah Swt. Karena itu sekarang pun hasilnya akan sama. upaya penghalangan dakwah mereka merasa bisa selamat di dunia, namun niscaya kelak di akhirat kelak mereka mendapat hukuman dan siksaan dari Allah swt, di hari pengadilan Allah yang maha adil.

Referensi:

Kaffah edisi 079