penembakan muslim

Penembakan Muslim di Selandia Baru, Bukti Umat Butuh Khilafah

Posted on

Pada Hari Jumat (15/03/2019) terjadi sebuah penembakan masjid di Selandia Baru. Pada saat itu sedang berlangsung Shalat Jumat. Pelaku melakukan penembakan terhadap jamaah yang hadir di masjid. Kejadian ini tepatnya terjadi di Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru. (news.okezone.com) Kejadian Brutal ini jelas membuat kita sesama Muslim geram dan marah.

Bahkan pelaku melakukan aksinya dengan melakukan live streaming di akun sosial media miliknya. Hal ini jelas sangat gila. Bagaimana begitu leluasanya seorang teroris melakukan aksinya hingga ia melakukan penembakan terhadap muslim dengan disiarkan langsung. Kemudian hal tersebut terjadi di Masjid, yang merupakan tempat suci.

Diketahui menurut beberapa sumber bahwa pelaku penembakan bernama Brenton Tarrant (28). Bahwa pada aksinya tersebut ia menewaskan 49 Muslim. Kemudian sekitar 20 orang luka-luka. Hal ini merupakan hal besar dan pembantaian paling brutal yang pernah terjadi di Selandia Baru. Dalam aksinya ini ada tiga orang yang telah menjadi tersangka pelaku penembakan. Diantaranya seorang warga Australia dan seorang wanita.

Motif dari penembakan yang dilakukan oleh Brenton Tarrant adalah kebencian terhadap imigran Muslim. Selain itu juga ia telah melakukan diskusi di 8chan sebagai situs daring diskusi bebas mengunggah apapun. Kemudian pada hari Rabu pada akun Twitternya @brentontarrant telah mencuitkan foto salah satu senjata yang akan digunakan dalam aksi penembakannya. Dalam Fotonya tersebut telah dituliskan tulisan warna putih beberapa nama-nama orang yang pernah melakukan aksi teror atas nama agama.

Diantaranya juga tertulis pada samping senjata itu, merujuk pada “empat belas huruf” hal itu merupakan mantra supremasi kulit putih. Supermasi kulit putih ini digambarkan sebagai orang asli yang bukan Muslim dan Imigran adalah Muslim yang menurut mereka mengganggu menurut mereka para biadab.

Kemudian pada hari jumat salah seorang pengguna tanpa nama mengatakan pada grup di 8chan itu: “saya akan melancarkan serangan pada para penyusup dan bahkan menyiarkan serangan  lewat Facebook”. Bahkan ada beberapa pengguna yaang merespons positif ucapan itu dengan menggunakan gambar Nazi dan meme.

Kemduian ia cantumkan unggahan di forum itu yang mentautkan pada sebuah manifesto yang ada sekitar 74 halaman yang menyatakan ia termotivasi oleh “genosida kulit putih”, dalam Unggahan itu juga membagikan tautan sebuah laman Facebook bernama brenton.tarrant.9 yang menyiarkan live streaming penembakan. Hal itu tidak membuat pelaku jera bahkan setelah kejadian tersebut pelaku tidak merasa menyesal dengan hal itu. Bahkan ia ingin melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Namun bukannya mendukung Muslim yang menjadi korban, ada pihak yang malah menyalahkan Muslim yang merupakan imigran. Bahwa hal itu merupakan penyebab Muslim yang ekstrim. Hal ini justru seolah Muslim selalu disalahkan. Dalam beberapa tahun terakhir ketika kekerasan terjadi pada umat Islam memang akan selalu ada pihak yang menyalahkan Muslim padahal menjadi korban, ketika pelaku adalah orang kafir. Namun ketika pelaku adalah Muslim padahal masih belum jelas, masih diduga. Selalu Muslim seolah tanpa pelindung dan menjadi yang disalahkan.

Ketiadaan perisai umat menyebabkan keberanian para penentang dan para pembenci Islam. Mereka menjadi berani melakukan hal itu dengan bebas dan leluasa, bahkan melakukannya dilihat dunia. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan umat Islam dibawah nauangan Khilafah. Satu perempuan dilecehkan, pasukan yang panjangnya dari Baghdad hingga Amuria diturunkan untuk menjaga kehormatan Muslimah, untuk menyerang Romawi.

Perisai umat Khilafah kini telah tiada hingga mereka berani melakukan pembantaian bahkan disaksikan dunia. Hanya Khilafah yang dapat menyelamatkan dunia, memberikan kedamaian dan pelindung umat dengan rahmat Allah Swt. Sehingga umat dapat terlindungi, menjadi sebuah perisai umat, bukan hanya bagi umat Islam namun juga semua agama, yang telah terbukti 14 abad lamanya yang telah mensejahterakan dunia. Memberikan kedamaian bagi agama-agama, toleransi tanpa adanya diskriminasi baik keamanan, kesejahteraan dan apapun.

Sumber

CNN Indonesia

News.okezone.com