Kisah Pengusiran Yahudi Bani Qinuqa’

Posted on

Kini Palestina sedang dilanda perang berkepanjangan dengan bangsa yahudi yang kemudian konflik ini tidak selesai, bahkan semakin memburuk. Israel sebagai negara yahudi telah kemudian merebut wilayah palestina secara brutal dan membabi buta, hampir kemudian tidak menyisakan sedikitpun wilayah untuk warga palestina hanya beberapa bagian kecil. Bahkan ketika wilayah palestina yang hanya disisakan sedikitpun mereka masih ingin merebut kota suci Yarusalem, Al-Quds, yang kemudian masih menjadi wilayah kaum muslim disana. Pasca pengumuman Trump yang membuat ummat Islam seluruh dunia marah. Yang kemudian dianggap beberapa media menyebut bahwasannya ada seolah tes case atas hal ini , yang mana Trump ingin menimbulkan kemarahan ummat.

Kini wilayah Palestina yang tersisa hanya kemudian sebagian kecil yaitu Yarusalem dengan lusa wilayah sekitar 125,1 km2 dengan sekitar 857.752 dan kemudian wilayah Gaza dengan luas wilayah 365 km2 dan kemudian penduduk 1.816.000 luas wilayah ini mungkin akan terus berkurang karena kenakalan dan ketamakan bangsa Yahudi Israel yang terus mengganggu wilayah ini. Yahudi Israel sejak berdirinya negara ini sudah menjadi polemik Kenakalan pertama yang kemudian sudah mulai sejak berdirinya negera tersebut—pada 15 Mei 1948, mungkin bagi Israel hari itu merupakan hari kelahiran negaranya, berbeda dengan bangsa Palestina yang bagi nya, bahwa hari itu sebagai Yaum an-Nakbah, yang berarti “Hari Kehancuran”.

Bahkan sebelum berdirinya negara ini bangsa Yahudi sudah menimbulkan polemik pada masa Rasulullah SAW, pada masa dimana pada saat itu Daulah Islam di Madinah baru berdiri kemudian Kaum Yahudi telah memadamkan kedongkolan. Saat kaum Muslim memperoleh kemenangan di Badar, bahkan kedongkolan dan dendam Yahudi semakin bertambah. Dan mereka kemudian bersepakat untuk memerangi kaum Muslim dan kemudian melontarkan fitnah. Yang mana hal ini berarti kaum Yahudi telah merusak perjanjian damai dengan kaum Muslim pada saat itu di Madinah.

Akibatnya kemudian atas kejadian ini membuat kemarahan kaum Muslim dan membalasnya ketika muncul perlawanan dari mereka. Walaupun kemudian mereka juga khawatir atas balasan yang dilakukan kaum Muslim, namun hal itu tidak mengurangi atau kemudian malah menahan gangguan terhadap kaum Muslim. Mereka justru semakin meningkatkan permusuhannya. Kemudian salah satu gangguan yang dilakukan atas kaum Muslim adalah mereka mebuat gangguan atas seorang wanita Arab yang pergi ke pasar Yahudi Bani Qainuqa’ dengan membawa perhiasan. Wanita itu lalu duduk di kedai tukang emas milik salah seorang Yahudi, namun kemudian Yahudi itu tiba-tiba datang seorang Yahudi dari arah belakang wanita itu secara mengendap-ngendap dan mengikat baju wanita itu dengan alat pengait ke punggungnnya. Ketika wanita itu berdiri, maka auratnya tersingkap dan kemudian orang-orang Yahudi tertawa terbahak-bahak sambil menghina. Seorang lelaki Muslim yang kebetulan melihatnya, kemudian marah atas Yahudi tadi. Dan hingga dia menikam tukang emas itu dan lalu membunuhnya.

Namun tidak berhenti hingga disitu, karena pembunuhan tersebut mengundang kemarahan kaum Yahudi yang kemudian mereka ingin membalasnya atas perbuatan tadi yang dilakukan lelaki Muslim. Dan kemudian mereka kaum Yahudi melakukan pengeroyokan kepada orang Islam tadi dan juga membunuhnya. Dan kemudian keluarganya yang Muslim yang terbunuh berteriak meminta tolong kepada kaum Muslim untuk kemudian menghadapi kaum Yahudi, lalu kemudian mereka datang dan menyerang kaum Yahudi. Sehingga terjadilah sebuah perselisishan antara kaum Muslim dan orang-orang Yahudi.

Sebelum kerusuhan pecah terlalu membesar dan semakin meluas, Rasul saw sebenarnya sudah meminta kaum Yahudi untuk kemudian menghentikan gangguan atas mereka, namun kumpulan manusia terkutuk ini justru makin menampakkan kemarahan.

Rasulullah Saw terpaksa keluar bersama-sama kaum Muslim dan mengepung Yahudi Bani Qinuqa’ dengan sangat rapat. Setelah bermusyawarah dengan kaum Muslim yang kemudian dipercaya, Rasul saw memutuskan untuk membunuh seluruhnya. Tetapi, Abdullah bin ubay bin Salul, seorang tokoh Yahudi yang menjadi sekutu Bani Qainuqa’ maupun kaum Muslim, menghadap Rasul saw dan berkata, “Wahai Muhammad, berbuat baiklah kepada budak-budakku”. Dia kemudian meminta Rasul saw agar mengurungkan rencananya berulang kali. Namun Nabi saw berpaling darinya, dan dia terus mendesak beliau lebih keras. Akhirnya, Nabi saw mengulurkan tangannya kepadanya hingga dia menjadi tenang karena kebaikan dan kasih sayang beliau saw. Nabi saw memenuhi permintaannya dengan kemudian menetapkan bahwa tidak akan membunuh Bani Qainuqa’ dengan syarat mereka semuanya harus keluar dari kota Madinah. Dan mereka akhirnya mematuhinya dan keluar dari madinah menuju arah utara hingga mereka sampai di perbatasan Syam.

Begitulah kemudian apa yang dilakukan bangsa Yahudi sejak masa Rasulullah saw, mereka sudah membuat kegeraman kaum Muslim dengan melanggara sumpah meraka mengkhianati kaum muslim dan menghianati perjanjian damai. Mereka sulit untuk berbuat baik, selalu ingin membuat keresahan, hingga menimbulkan kemarahan kaum Muslim. Bahkan mereka tidak sedikitpun mengurangi dan menahan gangguannya atas kaum Muslim dan justru malah lebih parah dari itu mereka melecehkan seorang wanita tanpa rasa bersalah sebagai bahan tertawaan bagi mereka. Hingga saling bunuh terjadi akibat ulah mereka yang kemudian memulai permusuhan. Sebagai layaknya manusia, tentunya ia akan marah ketika temannya disakiti atau kemudian dirinya diganggu oleh orang lain, padahal ia tak bersalah dan tidak pernah mengganggu dan kemudian melecehkan orang lain. Dari akibat perbuatan kamu Yahudi tadi sungguh sangat besar akibatnya, hingga menyebabkan kerusuhan dan meluasnya konflik atas ulah dari mereka yang kemudian menyebabkan kemarahan dan menyebabkan mereka diusir. Karena kebaikan Rasulullah Saw, mereka akhirnya hanya diusir dan tidak dibunuh.

Begitulah mungking apa yang terjadi pada masa Rasulullah Saw, sebagian kecil dari yang dilakukan oleh Yahudi bani Qainuqa’. Dan mungkin masih banyak lagi dari Yahudi lainnya. Mungkin itu pula kemudian penyebab kenapa palestina terus dirundung konflik, dan bangsa Israel mereka terus menyerang kaum Muslim. Karena telah menjadi tabiatnya bangsa Yahudi selalu menimbulkan kemarahan atas kaum Muslim sejak masa Rasul saw. Padahal Rasul saw telah membuat perjanjian damai pun mereka masih mengkhianati. Dan mungkin hari ini Israel pun tidak akan kemudian berhenti melakukan penyerangan dan perebutan wilayah kaum Muslim hanya dengan kecaman-kecaman tak berarti dari para pemimpin negara di dunia, karena sudah menjadi tabiat buruknya bangsa Yahudi, walaupun kemudian hanya untuk sekedar gencatan senjata, mungkin mereka juga akan tetap melanggar hal itu, sudah menjadi tabiat dari sebuah ‘bangsa nakal’. Mereka mengganggu ketenangan orang lain. Yaitu warga Palestina yang menjadi korban. Hingga munggkin pernyataan Trump pun sudah mencirikan sebuah ‘bangsa nakal’.

Hingga sebenarnya bagi kaum Muslim ketika ingin menghentikan Israel tidak ada jalan lain selain memeranginya. Karena sudah tidak akan bisa hanya dengan jalan perdamaian apalagi hanya kecaman-kecaman kosong yang tidak akan memberikan efek sedikitpun bagi Israel. Dan disinilah pentingnya bagi kaum Muslim untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki Palestina dan mengadili Yahudi Israel, hanya dengan jalan penegakan kembali Islam dan Jihad melalui institusi Khilafah Islam. Wallahu’alam