islam nusantara

Islam Nusantara vs Islam Arab?

Posted on

Sebenarnya apa yang berbeda antara kurma Indonesia dengan kurma Arab?? Bentuknya sama, rasa pun sama. Hanya saja, pemberian embel-embel dibelakangnya yang membuat beda. Tapi pada dasarnya kurma tumbuh pertama kali di Arab dan dimakan pertama kali oleh orang Arab. Lalu kenapa kurma bisa menjalar ke tanah lain selain tanah Arab?

Salah satunya karena faktor umat diluar Arab berhaji atau berumroh ke Baitullah, lalu ketika pulang ketanah air mereka membawa kurma sebagai oleh-oleh. Kemudian biji nya ditanam bahkan ada yang bisa tumbuh dan berbuah.

Tapi dengan berbuah nya kurma yang berada diluar Arab apa bisa dikatakan itu kurma negara nya? Misal tumbuh di Indonesia, dinamakan kurma Indonesia. Tumbuh lagi di Malaysia, maka dinamakan kurma Malaysia. Tidak! Sebab seluruh dunia tau bahwa kurma itu hanya ada satu. Tanah air kurma adalah Arab, kampung halaman kurma itu Arab. Buah yang jelas-jelas menjadi makanan favorit Rasulullah SAW.

Tapi saat ini ada segelintir orang yang semena-mena mengatakan bahwa itu adalah kurma Indonesia, bersebab kurma itu sudah saban tahun tumbuh di Indonesia. Jadi karena mengakar didalam tanah ini, hak kepemilikan kurma jadi berpindah tangan dan menggantinya dengan ditambahi embel-embel “Indonesia“. Logiskah? Sepertinya segelintir orang itu pasti ada yang terpelintir lidahnya oleh keangkuhan.

Saya yakin bahwa kita semua sangat mengimani Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang tidak lagi diragukan. Dari bayi sampai meninggal selalu diperdengarkan Al-Qur’an, sholat 5 kali sehari masih membaca surah-surah Al-Qur’an, dimana-mana Al-Qur’an. Tapi apa selama ini ada yang mempermasalahkan “ini kan Indonesia,beda dengan Arab. Jadi Al-Qur’an Indonesia harus beda dong dengan yang di Arab“, ada yang seperti ini? Jawabannya 100% tidak ada.

Kenapa? Karena kita yakin bahwa Al-Qur’an itu hanya ada satu. Berbahasa Arab, diturunkan di Arab, yang membawakan kepada umat pun adalah orang Arab itu sendiri yaitu Rasulullah Saw. Sangat aneh jika setiap negara mempunyai Al-Qur’an yang berbeda-beda.

Sama halnya dengan Islam. Tidak ada yang berbeda dari zaman Nabi Ibrahim As sampai zaman Nabi Muhammad Saw. Namun tampaknya ada beberapa orang yang sedang membuat sensasi untuk meningkatkan eksistensi mungkin?!!

Kurma dan Islam itu sama. Bak saudara kandung yang tak bisa dipisahkan. Mereka lahir ditempat yang sama. Mereka bisa keluar hingga ke pelosok dunia juga karena dibawa (didakwahkan) oleh umat.

Istilahnya “from ummah, to ummah“, dari umat untuk umat. Karena memang itulah misi dari dakwah, untuk apa Rasulullah bersusah payah berhijrah dari Mekkah ke Madinah kalau hanya untuk berlibur? Bukan itu misi dari hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah. Lalu apa misi beliau? Ya itu tadi, menyebarkan Islam Rahmatan Lil ‘Alaamin, Islam yang satu. Tidak logis rasanya Islam dibagi-bagi seperti pernyataan segelintir orang itu. Jika di Indonesia ada Islam Nusantara, maka haruskah ada Islam Malaysia juga? Haruskah ada Islam Brunei? Haruskah ada Islam Singapura?. Sudah jelas itu adalah pemikiran yang sangat bobrok.

Namun sepertinya umat saat ini sudah melek akan hal yang membahayakan pemahaman seperti itu. Umat tidak lagi mau terkontaminasi atau bahkan diseret ke tebing yang amat condong. Yap! Seperti kurma tadi, seluruh dunia pun tau bahwa Islam hanya ada satu. Tidak ada yang namanya Islam ini itu.

Seperti yang dilansir oleh BBC Indonesia, menyebutkan bahwa ketua umum ormas terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, mengatakan bahwa NU akan terus memperjuangkan dan mengkampanyekan model Islam Nusantara ini. Karena Said Aqil menegaskan bahwa Islam Nusantara ini berbeda dengan Islam yang ada di Arab, kalau Islam Arab penuh dengan polemik dan konflik dengan sesama Islam dan perang saudara maka karakter Islam Nusantara adalah ramah, anti radikal dan toleran.

Sebagai umat yang cerdas, pada umumnya umat sudah tidak mau lagi termakan isu-isu yang beredar, umat sadar bahwa ini adalah salah satu cara untuk memecah belah. Apalagi ini menyangkut Islam itu sendiri. Lalu bagaimana sikap kita agar ide Islam Nusantara ini tidak merebak lebih luas lagi ke masyarakat?

Cukup pahami dan yakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah maka dengan otomatis kita tetap yakin bahwa tiada Islam lain selain Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Lalu terus kembangkan pendapat-pendapat dengan bahasa yang baik bahwa Islam Nusantara hanya akan menodai kemurnian Islam yang didakwahkan Rasulullah Saw.

Seperti yang dikatakan oleh Buya Gusrizal Gazahar Dt. Panglimo Basa “ini negeri bertuan, bertuankan Syara’ sebagai tuntunan, dalam beradat dan beresam. Tak akan bertukar nama apalagi berubah jalan. Warisan Rasulullah Saw yaitu Islam. Menambahnya lambang keangkuhan, menguranginya membawa kerugian“.

Jangan karena kurma itu datang dan berkembang di Indonesia, lalu seenaknya menambahi embel-embel lain.

Jangan karena Islam itu datang dan berkembang di Indonesia, lalu semena-mena merubah kemurnian Islam itu dengan embel-embel Islam Nusantara. [Wallahu A’lam – Oleh Ibmelia Azmi]