Gempuran Politik terhadap Dunia Islam I

Posted on

Pada masa kejayaan Islam, dunia Islam memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap seluruh dunia, dengan upaya pembebasan dari cengkraman kedzaliman dan kebodohan. Islam membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah, kepada penghambaan terhadap Allah Swt. Dari barat hingga timur dunia cahaya Islam menerangi  ummat manusia dengan cahaya petunjuk Islam. Semua dunia yang berada dalam naungan Islam hidup dengan damai, tidak ada yang terdzolimi dan mendzolimi baik muslim maupun non muslim. Ketika Islam menaungi ummat manusia maka Islam dapat memberikan kedamaian dengan berbedanya agama, suku, bangsa dan ras. Hal ini terus berlangsung hingga berakhirnya daulah Islam di Istanbul yaitu Daulah Utsmaniyah.

Pada masa akhir daulah Islam, barat mulai membenci terhadap dunia Islam penyebab utama dari serangan ke Spanyol adalah kebencian dan dendam Barat yang telah mengakar dalam jiwa mereka sejak berlangsungnya Perang Salib. Kegagalannya yang begitu cepat dalam mempertahankan kemenangannya dalam perang salib, bahkan mereka terlempar dari dunia Islam dengan pengusiran, yang menjadikan Barat menyimpan dendam. Kekalahan itu terus-menerus membakar jiwa mereka, sehingga dipenuhi perasaan dendam.

Barat merasakan kesulitan untuk mengulangi serangannya terhadap dunia Timur. Kekuatan Timur yang penduduknya berbeda-beda cukup mampu menahan dan memukul balik serangan Barat. Pada akhirnya, Barat melihat bahwa pembalasan lebih mudah untuk diarahkan ke Spanyol. Barat mulai mengarahkan misinya ke Spanyol atau yang dulu dikenal dengan Andalusia. Dengan strategi ini Barat berhasil menghancurkannya dengan serangan yang tidak beradab secara tidak manusiawi. Bahkan dalam serangan ini Barat menggunakan mahkamah-mahkamah inkuisisi, dengan alat-alat penyiksaan yang tidak manusiawi, melakukan pembakaran rumah-rumah penduduk. Dan saat yang sama kaum Muslim sedang dalam kemunduran dan tak berdaya menahan dan membantu Spanyol.

Meskipun sebenarnya mampu, namun karena serangan bertubi-tubi tersebut akhirnya kaum Muslim justru mundur dan membiarkan Spanyol lepas ke tangan Barat. Seandainya kaum Muslim tidak memiliki kekuatan dengan adanya Daulah Utsmaniyah, mugkin Barat akan secara terus menerus masuk terhadap dunia Isalm. Namun dengan adanya kekuatan daulah Islam, Barat masih menahan serangan mereka secara terus menerus, ditambah dengan berhasilnya Daulah Utsmaniyah membebaskan Eropa, ini pula yang membuat Barat menahan serangan mereka, karena trauma mereka dimasa lalu.

Barat akhirnya menahan serangan mereka terhadap dunia Islam, sehingga pada perang salib kedua mereka tidak melakukan serangan. Itulah yang menyebabkan serangan Barat terhadap Dunia Islam ditangguhkan, hingga pertengahan abad 18 Masehi. Ketika itu, mulailah kondisi stagnan meliputi dunia Islam, dimana aktifitas dakwah ditelantarkan/ditinggalkan. Maka, gelora Islam dalam dada kaum Muslim pun menjadi padam. Keadaan ini menyebabkan hilangnya kewibawaan kaum Muslim dimata musuh-musuh mereka. Pada saat itulah diadakannya dan dilancarkannya serangan pemikiran dengan masuknya serangan para misionaris yang masuk untuk menyebarkan misi penghancuran dunia Islam. Dalam misi ini selain serangan pemikiran mereka juga melancarkan berbagai serangan politik, yang bertujuan untuk memecah belah Daulah Islam menjadi beberapa bagian, dan mengikisnya menjadi bagian kecil yang mana serangan ini akan memberikan dampak yang begitu besar terhadap ummat Islam hingga masa kini, dengan kerja keras para misionaris ini berhasil melumpuhkan dulah Islam dengan pengaruh yang besar, hingga banyaknya ummat Islam yang memiliki pemikiran layaknya seorang misionaris. Hal ini menjadi awal dari Barat dapat menahan dan memerangi dunia Islam dengan cara yang perlahan namun mematikan. (mulki).

Referensi : An-Nabhani, Taqiyuddin, Daulah Islam