radikalisme

Dongeng Radikalisme

Posted on

Hari sumpah pemuda jaman now diperingati  dengan menggelar kuliah akbar dan deklarasi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme. Sumpah Pemuda jaman now, disuruh ikut aksi tolak radikalisme. Kalau tidak ikut terancam tidak bisa ikut skripsi. Fenomena yang menarik sekaligus menggelitik. Pemerintah nampaknya bersungguh-sungguh menjadikan tangkal radikalisme  sebagai gerakan nasional.

Apa itu Radikalisme?

Pertanyaanya, apa sebenarnya radikalisme?  Benarkah radikalisme  membahayakan? Apakah radikalisme mengancam kebhinekaan ? Sehebat apakah  radikalisme sehingga harus dibasmi? Apakah  ada kegentingan yang memaksa dilakukannya gerakan ini?

Tools Broadcast WhatsApp

Baiklah mari kita menelaah arti dari radikalisme. Radikalisme berasal dari bahasa yunani ’radix’ yang artinya akar. Islam radikal berarti islam yang mengakar dan mendasar. Tentu ini makna yang sangat baik. Sebagai muslim kita memang harus berislam secara mengakar dan mendasar. Sedangkan radikalisme menurut KBBI adalah paham/aliran yang menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Apakah islam radikal berarti radikalisme? menginginkan perubahan sosial dan politik dengan cara kekerasan? Tentu saja tidak. Islam mengajarkan bahwa untuk mengubah kondisi masyarakat baik dari segi sosial maupun politik tidak dengan cara kekerasan. Akan tetapi dakwah melalui pemikiran dan tanpa kekerasan. Dakwah seperti inilah yang dicontohkan Rasulullah selama di Makkah. Dakwah seperti inilah yang harus digunakan umat islam ketika memperjuangkan islam. Bukan dengan cara kekerasan, bom bunuh diri, kudeta, ataupun menebar teror.

Meski demikian tak dipungkiri memang ada pihak yang memberi stigma negatif bahwa islam radikal identik dengan radikalisme. Islam radikal adalah teroris. Ciri-ciri islam radikal itu celananya ngatung, jidatnya hitam, perempuannya bercadar. Secara tidak langsung  umat islam digiring agar menjadi islamphobia. Harapannya orang islam takut dengan ajaran agamanya sendiri.  Orang islam takut mempelajari dan mengamalkan ajaran agamanya. Makna radikal yang dibangun oleh rezim dan media sangat merugikan umat islam.

Stigma Negatif terhadap Islam atas nama Radikalisme

Stigma negatif terhadap islam ini tidaklah terjadi begitu saja. Ini adalah bagian dari proyek besar musuh-musuh islam untuk menghalangi kebangkitan umat islam. Dimunculkannya opini manipulatif  ini sejalan dengan kondisi   para  kapitalis penjajah yang semakin terpuruk dan terancam. Tangkal radikalisme ini diciptakan untuk menyelamatkan eksistensi penjajah barat di negeri kaum muslimin sekaligus untuk menghadang dakwah yang ingin melanjutkan kehidupan islam.Semakin gencar dan diterimanya dakwah islam jelas mengancam ideologi kapitalis. Mereka tentu saja tak rela daerah jajahannya bangkit dengan ideologi islam. Geliat kebangkitan inilah yang akan dipadamkan dengan opini manipulatif dan murahan.

Yakinlah, islam itu pasti bangkit. Sebesar apapun hadangannya. Waktu asas tunggal, sesak nafas dan dada aktifis islam tapi kemudian tumbuh atmosfir yang tidak terduga yaitu kegairahan luar biasa anak muda untuk ngaji dan munculnya jilbab di kampus. Islam, ketika dibendung di sini muncul di sana.

Fenomena kebangkitan islam adalah fenomena dunia.Kita umat islam punya potensi kebangkitan itu. Dari sisi demografis, umat islam adalah etintas tertinggi yakni sebanyak 1.6 milyar.  Islam pun tumbuh subur di pusat lahirnya islam dan menyebar di seluruh dunia hingga saat ini.  Secara geografis, negeri-negeri islam letaknya strategis yakni berada di tengah dunia. negeri-negeri islam menempati posisi yang strategis di jalur laut dunia. Salah satunya mengendalikan Terusan Suez di Mediterania Timur. Kapal dari Amerika dan Eropa jika mau masuk asia harus melewati terusan ini. Kebutuhan masyarakat internasional terhadap posisi stratrgis negeri-negeri islam sangat tinggi.  Bayangkan jika Terusan Suez ini kita tutup. Betapa repotnya Amerika dan Eropa.  Inilah strategisnya posisi geografis negeri-negeri umat islam. Hanya saja kita kurang menyadari karena kita terpisah oleh sekat kebangsaan dan nasionalisme. sibuk dengan urusan negerinya sendiri. Padahal rahasia kekuatan islam terletak pada persatuan umat. Ketika umat terpecah, maka lenyaplah visi geopolitik dan kecerdasan geospatial. semoga umat islam segera menyadari potensi ini.

Potensi umat islam lainnya adalah bahwa sumber daya energi (minyak bumi) ada di negeri-negeri umat islam. Tak kalah berharganya,  islam memiliki potensi ideologi atau ajaran islam. Inilah yang menyebabkan lahirnya  perppu ormas yang kini sudah disahkan menjadi UU. Aksi bela islam itu sangat luar biasa. Tujuh jutaan umat islam berkumpul karena dorongan akidah.  Tapi bagi mereka yang tidak suka, ini adalah kemungkaran yang besar, tanda kebangkitan islam. Maka harus segera dibungkam dan dihentikan. Perppu ormas dilaunching untuk membubarkan organisasi islam dan aktifisnya diancam pidana seumur hidup.

Selain itu, agenda tangkal radikalisme juga untuk memberi kesan bahwa islam beserta ajarannya  adalah ancaman. Sungguh,  bagi orang-orang yang berpikir jernih pasti mampu melihat agenda jahat dibalik radikalisme. Islam bukanlah ancaman. Justru islam dan ajarannya akan mengantarkan umat islam pada jalan kebangkitan.

Kita perlu mengetahui bahwa ancaman yang nyata di depan mata justru bersumber dari diterapkannya sistem kapitalisme. Sistem ini terus memacu kemiskinan, kesenjangan ekonomi, dan hutang negara yang menumpuk. Isu radikalisme sengaja didesain agar geliat kebangkitan islam bisa dihadang sehingga tidak mengganggu proses kapitalisasi dan liberalisasi di Indonesia. Isu radikalisme sengaja ditumbuhsuburkan agar umat islam garis lurus menjadi bulan-bulanan rezim dan media mainstream yang tidak menyukai islam.

Sesungguhnya  semakin masifnya fitnah dan permusuhan terhadap islam adalah indikator bahwa islam sebentar lagi akan menunjukkan cahanya yang terang benderang. Ketika kemunculan cahaya islam, tak ada satupun yang mampu menghalanginya cahayanya untuk menerangi dunia.

Upaya musuh-musuh islam jelas  akan sia-sia, sebagaimana firman Allah dalam surat Ash Shaff: 8.
Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.”

Perbuatan mereka itu tak ubahnya seperti orang yang ingin memadamkan cahaya matahari yang menyilaukan pemandangan dengan hembusan mulutnya yang tidak berarti itu.

Akhirnya, gerakan tangkal radikalisme dan intoleran hanyalah dongeng. Gerakan ini hanya merupakan upaya sistematis untuk menutup kisah sesungguhnya tentang  kebobrokan rezim yang bangkrut. Mengalihkan perhatian publik pada kerusakan yang diakibatkan rezim. Utang yang melampau batas, penjualan aset negara bahkan pulau Bali mau dijual, pajak yang mencekik, tarif listrik yang naik berlipat-lipat.  Ibarat buruk muka, cermin di belah. Itulah kelakuan rezim jaman now. Akibat sistem kapitalis yang semakin membuat negeri ini kian terpuruk, justru islam yang dituduh sebagai ancaman. Padahal umat islam hanya ingin mengoreksi dan memberi solusi atas permasalahan negeri. Apa yang salah dengan dakwah ini? Kami ingin menjaga NKRI. Dari cengkeraman kapitalis yang sudah mulai goyah di semua lini. Dari utang yang sudah melilit,  menjual bandara, pelabuhan, dan pulau untuk dapat duit.  Kami menjaga NKRI agar  tak semakin pailit. Serta memdapat ridho dari penguasa bumi dan langit.

Penulis

Hana Ummu Dzakiy
Pemerhati Generasi, Perempuan, dan Keluarga

virol tools instagram