“Bubarkan Banser” Menjadi Soal di USBN

Posted on

Baru-baru ini soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional menghebohkan pihak ansor, karena dalam soal tersebut menyebutkan “bubarkan Banser”.  Ketua Gerakan Pemuda Ansor , Yaqut Cholil Qoumas menduga  bahwa ada sejumlah oknum  Dinas Pendidikan Pemerintahan(Disdik) Kabupaten   Garut telah terkontaminasi paham yang disebarkan oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut nya, bahwa hal ini yang kemudian menjadi latar belakang munculnya soal ‘bubarkan Banser’ yang terdapat dalam materi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Kab. Garut.

Menurut Yaqut , bahwa ia menduga ada (oknum di Disdik Garut) yang  telah terkontaminasi paham-paham yang disebarkan HTI,” kata Yaqut kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/4).

Pihaknya berpendapat bahwa munculnya soal terkait ‘bubarkan Banser’ juga membuktikan bahwa HTI masih eksis bahkan hingga ke lembaga-lembaga pendidikan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh tinggal diam dalam menyikapi ini dan harus segera mengambil langkah strategis.

Yaqut juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan mediasi dengan Disdik Garut menyikapi kemunculan soal ‘bubarkan Banser’ ini, pada Rabu (10/4).

Kemudian  Kepala Disdik Garut juga akan memberikan sanksi kepada tim penyusun soal. Selain itu Kepala Disdik Garut juga akan memecat Kepala Seksi Kurikulum Disdik Garut beserta Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.

Kemudian Yaqut mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan masalah ini ke meja hukum. Namun, katanya, pihak GP Ansor juga masih mempelajari dan mengkaji pihak yang kemudian akan dijadikan terlapor dalam kasus ini. Menurut LBH Ansor.


Sebelumnya telah beredar kertas ujian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk pelajar SMP di Garut yang mencantumkan soal ‘bubarkan Banser’. Dalam Soal ini menjadi kontroversi karena dianggap mendiskreditkan Banser.

Selain itu juga kertas ujian yang berisi soal ‘bubarkan Banser’ ini  juga telah tersebar di aplikasi pesan WhatsApp sejak Rabu (10/4). Dalam Soal yang mencantumkan ‘bubarkan Banser’ itu adalah soal nomor sembilan yang berbentuk pilihan ganda.

Dalam soal ini Terdapat dua teks pernyataan yang diajukan untuk kemudian ditarik kesimpulan oleh para peserta ujian.

Dalam Teks pertama berbunyi:  “Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia.”

Untuk teks pertama soal  memiliki pilihan kesimpulan sebagai berikut:
A. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.
B. Anggota Banser NU telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam.
C. Tatang Mustafa Kamal adalah tokoh ulama Garut.
D. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.

Kemudian  untuk teks 2 berbunyi: “Pasca pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat saat peringatan hari santri oleh 3 anggota Banser, mulai terdengar permintaan agar organisasi yang dipimpin Gus Yaqut itu dibubarkan. Alasannya, karena keberadaannya tidak berguna dan cenderung arogan.”

teks kedua pilihan kesimpulannya adalah: 
A. Permintaan agar Banser NU dibubarkan karena tidak berguna dan cenderung arogan.
B. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.
C. Gus Yaqut merupakan pimpinan Banser NU.
D. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera. 

Hal ini jelas bahwa sebenarnya Ansor dan Banser NU masih memendam kebencian  terhadap HTI, padahal sebenarnya hal itu memang benar-benar menghinakan umat Islam yang jelas-jelas bahwa Ansor Banser merupakan pihak yang menganggap bahwa HTI sudah dibubarkan. Namun di lain sisi mereka selalu menyalahkan HTI jika pihaknya didiskreditkan. Padahal ia sendiri memang berkelakuan seperti itu yang merupakan fakta. Hal ini jelas menandakan bahwa Banser memang organisasi yang intoleran terhadap sesama gerakan Islam.

Referensi :

CNNIndonesia.com