dakwah islam

Sepenggal Kisah dari Seorang Pengemban Dakwah Islam

Posted on

Perjalanan dakwah Islam bersama Hizbut Tahrir sungguh sangat berbekas dalam hati ini, sebelum mengenal HTI saya juga sering ikut taklim baik itu di lakukan oleh saudara-saudara tabligh, saudara saudara salafy, saudara PK kini PKS, juga ikut kajian umum yang lainnya. Maklum saat itu perasaan sangat kuat keinginan tahu serta haus akan ilmu agama, singkat cerita dari berbagai kejadian akhirnya hati ini terpikat dengan kajian teman teman HTI.

Mulailah saya mengikuti kajian kajian di HTI secara rutin, dengan berjalannya waktu,ujian dakwah silih berganti menghampiri, mulai dari perceraian dengan mantan istri (karena waktu itu masih di anggap sesat ya), persekusi terhadap sebagian orang yang mengatas namakan ormas tertentu,sampai sampai saya dilarang untuk sholat jamaah di masjid oleh salah satu takmir, hingga yang paling berat adalah pengusiran orang tua saya sendiri untuk hengkang dari rumah ataukah berhenti mengikuti kajian di HTI, suatu saat sebelum di usir sama orang tua, saya telah di sidang keluarga dengan mengundang tokoh masyarakat untuk bisa mengingatkan saya agar berhenti ikut kajian di HTI, Maklum orang tua saya pun termasuk tokoh masyarakat,serta saat itu sangat kuat fitnah Terhadap HTI seperti, muktazilah, membolehkan mencium wanita ajnabi,dan bahkan dalam forum resmi ada agenda kajian rutin dengan menyebut nama saya sebagai penyebar aliran sesat,(semoga ALLAH SWT mengampuni beliau semua). Hanya bermodal satu pertanyaan waktu itu ketika saya disidangkan, yaitu terkait

يا ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴِّﻠْﻢِ ﻛَﺎﻓَّﺔً ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺘَّﺒِﻌُﻮﺍ ﺧُﻄُﻮَﺍﺕِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ۚ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُﺒِﻴﻦٌ

Pertanyaan saya waktu itu apakah wajib setiap orang beriman masuk islam secara kaffah?.. (mereka pun diam)

Namun Fitnah terus bergulir, saya pun tidak mungkin mampu menyelesaikan atau menangkis fitnah tersebut, sebab waktu itu saya masih sendirian, jarak saya ikut kajian dengan HTI kurang lebih 12-16 km dari rumah saya.

Akhirnya Saya pun hengkang dari rumah untuk memenuhi permintaan orang tua, sebab pilihan yang diberikan cuma dua,berhenti ikut kajian HTI atau hengkang dari rumah, betapa sedih nya saat itu,betapa bingung serta bimbang saat itu, namun saya coba untuk tetap bersabar,tenang dan pasrah.akhirnya saya meminta izin terhadap orang tua saya untuk meninggalkan rumah dan itu sebagai jawaban pula atas pilihan yang di berikan kepada saya,yaitu tetap mengikuti kajian di HTI dengan konsekuensi hengkang dari rumah.

Saya tau persis bahwa sebenarnya di hati kecil orang tua saya sebenarnya tidak tega mengusir anaknya,karena dengan saya meminta izin untuk berangkat meninggalkan rumah, beliau (orangtua saya meneteskan air mata). seketika itu pula semangat akan membuktikan fitnah dari masyarakat di kampung saya itu tidak benar semua,dan semakin kuat rasa untuk mengkaji dalam kajian HTI semakin bertambah agar bisa membuktikan apa yang tuduhkan adalah fitnah semata. Waktu tidak terasa, sudah hampir 4bulan saya telah meninggal kan rumah, seperti mimpi di siang bolong, di sela saya sedang santai di rumah baru tersebut(di kasih pinjam rumah teman yang saya tempati)karena pemiliknya meninggal. Orang tua saya mendatangi saya dan minta agar pulang kembali kerumah.

Bahkan telah mengizinkan saya untuk tetap mengikuti kajian di HTI. Subhanallah kabar ini adalah luar biasa bagi saya waktu itu,entah mengapa orang tua saya kok berubah,namun saya tidak ingin menghabiskan waktu untuk memikirkan itu semua.ini adalah kemudahan yang diberikan ALLAH SWT.

Saya pun pulang dan tetap menjalani aktivitas dakwah Islam sebagaimana di awal sebelum saya meninggalkan rumah, dan ada sedikit keanehan untuk para tetangga saya juga, yang dahulunya sinis melihat saya, kini telah berubah total untuk menawarkan berbagai bantuan dalam maisyah (pekerjaan). Subhanallah.berjalannya waktu, atas pertolongan ALLAH SWT dan keseriusan musyrif saya dalam membina saya, maka banyak hal yang saya dapatkan, mulai tetap bersabar,tetap menjaga ukhuwah islamiah, terus semangat belajar,tidak putus asa dalam berdakwah. Alhamdulillah hasilnya sungguh luar biasa,saya sekarang sering diminta isi kajian di masjid,termasuk dalam hal sosial saya sering di mintai pendapat,sering diminta nasihat.dan yang paling berharga adalah orang tua saya yang dahulu tidak mendukung dakwah ini,menjadi pendukung serta penyemangat dalam dakwah, (الله أكبر.).

Tidak ketinggalan pula orang orang yang memusuhi saya dahulu saya coba silaturrahmi satu persatu,rupanya setelah saya jelaskan semua mereka baru faham dan rupanya sengaja ada isu yang telah di hembuskan oleh kelompok tertentu untuk memfitnah saya..semakin hari semakin terlihat dukungan umat, bahkan semakin hari saya sendiri merasa kasihan terhadap orang orang yang dahulunya memfitnah saya sebagai penyebar aliran sesat,(semoga segera mendapatkan hidayah) amiin.

Kini saya menjalani dakwah dengan suka cita, mulai dukungan keluarga,dukungan umat,bahkan sering kali kita untuk konsolidasi dalam berbagai agenda..

Juga tidak kalah pentingnya alhamdulillah selama saya di rumah, saya mengggeluti usaha braddding burung love bird, dan alhamdulillah selama kurang lebih 4 tahun saya bisa membantu orang tua dalam melunasi hutang riba sebesar 65 juta.meskipun jumlah tersebut tidaklah kecil bagi saya,namun pertolongan ALLAH SWT jauh lebih besar dari yang saya butuhkan saat itu,jika pun di banding dengan kasih sayang orang tua terhadap anaknya,jumlah tersebut sangatlah tidak berarti. atas pemahaman yang kuat akan dosa riba serta bentuk ketundukan terhadap syariah, saya ikhlas untuk mengentas orang tua saya dari jeratan riba.alhamdulillah..!!

Dari Semua kejadian itu bisa kita tarik kesimpulan bersama bahwa:

  • Dalam dakwah pasti ada sedih,ada duka,ada takut,ada bimbang, ada suka pula.(hendaklah setiap problem di kembalikan kepada ALLAH dan RHOSULULLAH).
  • Besar kemungkinan bagi yang memusuhi dakwah HTI
    – Mereka belum faham (terkena hasud)
    – Mereka berfaham sepilis tulen, hingga sangat anti pati terhadap syariat islam.
  • Maka bagi kita sebagai pengemban dakwah, tidak boleh bergeser sedikit pun dari methode jalan dakwah ini,sebab kita di didik di HTI sebagai agen perubahan, agen solusi, agen perekat ukhuwah islamiah. Bukan sebaliknya.

Itulah sedikit kisah dari perjalanan dakwah saya sebelum kenal HTI hingga sampai sekarang.. Alhamdulillah sampai sekarang semakin dakwah HTI di terima umat.cukuplah bagi kita meyakini akan firman ALLAH SWT.

ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻣِﻤَّﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧَّﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ { ‏[ ﻓﺼﻠﺖ : 33 ‏]

Artinya: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

Wallahu A’lam bishowab.
Semoga bermanfaat
Alfaqir ADI  111118.