Menengok Islam di Oseania

Posted on

Islam merupakan agama terbesar ke-2 di dunia, setelah Nasrani. Perkembangan agama ini begitu pesat menyebar ke seluruh pelosok dunia. Sejak diturunkan oleh Allah Swt pada abad ke-6 Masehi, agama ini terus menyebar ke wilayah-wilayah yang bahkan dahulu tidak pernah terpikirkan, seperti halnya penyebaran Islam ke wilayah Oseania. Oseania merupakan sebutan bagi suatu wilayah geografis yang terdiri dari kepuluan di Samudra Pasifik dan sekitarnya. Mengacu pada definisi penjelajah Perancis, Jules Dumont d’Urville, wilayah Oseania meliputi Polinesia (termasuk Selandia Baru), Melanesia (termasuk Nugini) dan Mikronesia.

Data terbaru menunjukana bahwa jumlah penduduk di wilayah ini kurang lebih mencapai 35 juta jiwa–yang menunjukan bahwa Oseania merupakan benua yang memiliki penduduk terendah. Menurut Houssain Kettani dari Polytechnic University of Puerto Rico, San Juan, Puerto Rico, Amerika Serikat, jumlah muslim di wilayah Oseania sekitar 1,4% dari total populasi benua tersebut. Pada 2010, ada sekitar 481 ribu populasi muslim di wilayah itu, dan masih menurut Kettani diperkirakan pada 2020 jumlah populasi muslim di wilayah ini meningkat menjadi 542 ribu jiwa. Populasi muslim akan terus mengalami peningkatan di benua ini.

Hal senada juga dipaparkan dalam sebuah artikel yang dimuat oleh Pacific Magazine, dengan judul “Green Moon Rising”. Dalam tulisan itu disebutkan bahwa pemeluk Islam di negara-negara Oseania seperti, Vanuatu, Fiji, Solomon Islands, Papua New Guinea and New Caledonia terus menerus mengalami peningkatan. Bahkan di Melanesia, jumlah warga lokal yang berpindah agama ke Islam mencapai ribuan.

Hal yang serupa juga dijumpai di negara Cook Island, meskipun perkembangannya tidak sedramatis di Melanesia. Menurut Lonely Planet, Cook Islands merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang memiliki keindahan luar biasa. Pasir pantai putih yang membentang ditambah ombak yang menari-nari dan pemandangan hijau pegunungan menjadikan kepulauan tersebut begitu sedap dipandang mata. Tak heran jika setiap tahunnya, Cook Islands dikunjungi sekitar 90 ribu wisatawan. Dalam CIA World Factbook disebut penganut Protestan mendominasi penduduk Cook Islands dengan presentase mencapai 69,6 persen dari total penduduk. Agama lain yang dianut penduduk yakni Katholik Roma sebanyak 16,8 persen dan Mormon dengan 3,8 persen. Adapun 4,2 persen lain tercatat menganut agama selain ketiga agama tersebut, 2,6 persen tak dapat diidentifikasi, kemudian 3 persen tak menganut agama apapun.

Jika ditinjau dari sejarah, awal mula masuknya Islam ke wilayah ini diperkirakan sekitar 400 tahun yang lalu, atau sekitar abad ke-17 Masehi, tatkala orang-orang New Guinea melakukan perdagangan dengan bangsa Cina dan kerajaan di Melayu. Menurut ABC News, keberadaan Islam di wilayah ini mulai dirasakan pada awal abad ke-17. Namun kehadiran Islam di Oceania tersebut tentu tak meluas ke seluruh penjuru. Kawasan Melanesia dan Micronesia lah yang paling banyak tersentuh dengan peradaban Islam. Adapun Polynesia yang berada di timur jauh sedikit lebih lama mengenal Islam.

Penyebaran Islam di kawasan itu, termasuk Cook Islands diprediksi berasal dari dakwah Muslimin Melanesia dan Micronesia. Namun tak menghapus kemungkinan muslimin pulau justru langsung mengenal Islam ke tanah suci di Arab Saudi, Pulau Tuamotus misalnya. Tentangga Cook Island tersebut langsung mengenal Islam dengan perginya beberapa penduduk pulau ke Saudi.